Pagi harinya, Amalia Rasyid merasa lebih segar dan lebih senang dibandingkan hari kemarin. Semalam pun, layanan suaminya, Lee Jun Min sangat memuaskannya hingga membuatnya tidur dengan sangat nyenyak. Yang lebih penting lagi, dia masih mendapati suaminya berada di sisinya. Tidak seperti sebelumnya yang tiba-tiba menghilang entah ke mana. “Bagaimana kalau hari ini kita jalan-jalan berdua saja di sekitar mansion?” bujuk Lee Jun Min kepada istrinya saat sarapan pagi di tempat tidur. Amalia Rasyid dalam balutan handuk kimono putih, dan mulut belepotan selai strawberry dari roti bakarnya, sedikit tersedak mendengar ucapan manis suaminya. Dengan mulut penuh sambil berbicara, Lia meliriknya heran, “memangnya kamu tidak akan ke hotel? Bukannya kamu sangat sibuk sebelum berangkat untuk perjalana

