19. Permintaan Maaf Nenden

1182 Words

"Assalamu'alaikum," salam Nenden. "Wa'alaikummussalam," sahut Halimah dari dalam rumah. Halimah membuka pintu. "Oh, Mbak Nenden. Silakan masuk!" "Di teras aja, sekalian menikmati udara pagi," sahut Nenden ramah sambil duduk di kursi teras rumah Halimah. Halimah heran dengan keramahan Nenden. "Sebentar, ya, Mbak!" Tak lama, Halimah keluar membawa suguhan untuk Nenden. "Maaf, Mbak. Hanya penganan kecil, silakan dicicipi," tawar Halimah sambil meletakkan nampak di bawah meja. "Ada keperluan apa Mbak Nenden datang ke rumahku?" "Aku ke sini mau minta maaf, sepertinya aku seringkali bersikap ketus padamu, Limah!" jawab Nenden. Halimah tertegun sesaat tapi lalu tersenyum renyah. "Ah, tak apa-apa, Mbak." "Sejak dulu rasa-rasanya aku selalu bersikap tak bersahabat denganmu, ya?" "Tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD