21. Motel dan Petir

1251 Words

Di kamar sebuah motel, terdengar teriakan penuh sensasi dan sesekali bunyi tempat tidur yang berderit-derit. Uak Sanim dan Nenden menghabiskan waktu sehari penuh untuk bergelut dengan kenikmatan semu. Keduanya seringkali memesan kamar yang sama, di motel yang tidak terlalu jauh dari tempat kerja Ruslan. Sejam sudah berlalu. Mereka melepas lelah yang berlumur peluh dengan saling berpelukan. Setelah rasa lelah usai, kembali mereka bertempur lagi dengan kekuatan tak terkendali. Hingga tiga kali putaran beraksi, barulah mereka terkulai lemas hingga nyaris tak sanggup mengangkat selimut untuk menutupi tubuh masing-masing. Nenden rela menyerahkan segalanya untuk laki-laki berusia lima puluh tahun itu hanya demi segala kebutuhannya terpenuhi. Nenden melirik jarum jam yang menunjukkan ang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD