56. Berkunjung Ke Rumah Nenden

1032 Words

"Nenden mana?" tanya Bu Haji Miftah meletakkan bingkisan di atas meja ruang tamu. "Ada di kamar. Sejak kejadian siang itu, ia lebih banyak mengurung diri. Entahlah, saya juga bingung," sahut Surya lalu mempersilakan Bu Haji Miftah dan Alfian duduk. "Sanim tidak datang-datang lagi ke sini?" tanya Alfian. "Tidak. Tapi entah kalau dia menelepon atau meneror Nenden lewat ponsel. Sejak hari itu dia jadi pemurung. Alin saja ia serahkan padaku," jelas Surya. "Tapi Nenden tidak sakit?" Bu Haji Miftah tampak khawatir. "Tidak, Bu Haji. Suhu badannya normal. Hanya saja ia terlihat malas dan murung." Alfian dan Bu Haji Miftah saling berpandangan. "Sebentar, saya panggilkan Nenden!" Surya bergegas menuju kamar Nenden. Tanpa mengetuk pintu, Surya membuka pintu kamar. "Nden, kau temuilah mereka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD