43. Empat Puluh Tiga

1275 Words

Mobil Mira sudah sampai di rumah Ruslan.  "Ayo, kita turun!" Mira melepaskan seatbelt. Ruslan tampak ragu.  "Kenapa diam saja? Tak mau turun?" tanya Mira. Ruslan hanya menggeleng. "Apa perlu ya, kau harus menjelaskan pada Halimah? Dia sudah cukup mengerti dengan penjelasanku kemarin." Mira kembali menyenderkan punggungnya di sandaran jok mobil. Ia menghela napas dalam. Memperhatikan halaman rumah Ruslan yang agak luas. Rumah Ruslan juga terlihat sederhana namun tampak nyaman.  "Sejak kau menikah, kau tinggal di rumah ini?" tanya Mira. "Iya," jawab Ruslan pendek. "Kau membeli rumah ini? Dulu ini rumah .... " "Iya, penghuni sebelumnya jual butuh lalu pergi pulang kampung. Alhamdulillah harga jualnya masih bisa terjangkau dengan jumlah tabunganku," potong Ruslan. "Rumah yang sederh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD