Mira masuk ke ruangannya tanpa menoleh pada Ruslan yang sudah fokus di depan layar komputer. Ia malas menegur atau sekedar melihat sosok Ruslan. Hari itu Mira bekerja dengan penuh konsentrasi. Semangat menunggu telepon dari papinya. Jam makan siang, Mira tidak keluar ruangan. Ia membuka kotak makan siang yang tadi pagi disiapkan Mbok Ipah. Sebelumnya Mira menempelkan tanda "Sedang tidak bisa diganggu" di pintu ruangannya. Telepon dari papinya lebih penting dari apa pun. Mira Menunggu dengan sabar telepon dari Tuan Arya. Ponselnya berdering. Cekatan Mira menjawab panggilan video dari Tuan Arya. "Halo, bidadarinya Papi! Sudah makan siangnya?" tanya Tuan Arya. "Sudah, Pi. Tadi dibawakan bekal sama Mbok Ipah. Mira sengaja tidak makan siang di luar. Menunggu telepon dari Papi." Mira sum

