84. Delapan Puluh Empat

1310 Words

Pagi ini Halimah bangun lebih awal dari sejak kedatangan Anisa. Ia merasa tubuhnya lebih baik. Sebelum azan Subuh Halimah sudah menjerang air untuknya mandi. Sembari menunggu air matang, Halimah membereskan dapur, mencuci piring kotor sisa semalam. Lalu mencari bahan-bahan masakan di lemari es. Aroma makanan menguar saat ia membuka lemari es. Halimah merasa mual, ia kembali menutup lemari es. Duduk diam menunggu air yang sebentar lagi mendidih. Halimah memainkan ponsel Ruslan yang tergeletak begitu saja di atas kulkas. "Kebiasaan sekali Bang Ruslan selalu meletakkan ponsel sembarangan," gumam Halimah. Ia iseng membuka-buka panggilan masuk dan keluar. Ada nama Mira di panggilan keluar terakhir sekitar jam empat sore. Itu jam di mana Ruslan pulang kerja. "Hm, mungkin urusan pekerjaan,"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD