Bab XXIII

1309 Words

“Hey,” Hannah baru mau mendorong pintu toilet ketika seseorang menyentuh pundaknya, tak perlu menengok ke sumber suara untuk tahu siapa yang kepo mengikutinya ke toilet. Setelah menghela nafas kesal dia berbalik, “What?” tanyanya judes begitu mendapati muka Adam di hadapannya. “Kamu marah terus..” suara Adam terdengar lemah. Hannah mengerutkan kening, “Siapa yang marah...” “I know you Hannah, kamu gak bisa menyangkal apa  - apa di depan saya.” dengan satu gerakan cepat Adam menarik Hannah dan mendorongnya masuk ke sebuah ruangan yang terletak di sebelah toilet. Hannah memekik kaget. Di pandanginnya ruangan yang sempit dengan penerangan seadanya ini, sekurang – kurang jarak 30 cm dari tempatnya berdiri di pojokan sana ada sapu, ember dan alat – alat kebersihan lainnya. Ternyata ruangan j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD