Selama menunggu Tony kembali, aku menelisik sekitar ruangan ini. Terdapat banyak pigura di dinding. Pigura yang di dalamnya menampilkan foto kebersamaan keluarga ini. Anak kecil yang ada di dalam foto pasti Rony. Sekarang aku tahu bagaimana rupa aslinya karena sosok hantu Rony begitu mengenaskan, wajahnya hancur hingga tak bisa dikenali lagi. Walau aku tak melihatnya secara langsung tapi mendengar kondisinya dari Sylvia dan Leslie, aku sangat iba pada anak malang itu. Tak lama setelah itu, Tony kembali menghampiri bersama wanita paruh baya yang tentunya merupakan ibu Tony dan Rony. Kemudian aku, Leslie, Tony dan ibunya dengan menaiki mobilku pergi menuju Grandes High School. Aku merasa sangat senang karena semuanya berjalan dengan lancar. Ibu Tony bersedia membantu kami untuk menenangkan

