Ketika malam tiba, aku dan Sylvia kembali mendatangi ruangan club basket. Sylvia mengintip ke dalam melalui jendela, tapi hanya sebentar saja dia melihat-lihat ke dalam ruangan, karena setelah itu dia tiba-tiba berjalan pergi. "Hei, kau mau ke mana? Kenapa kau tidak menyegel hantunya?" tanyaku heran karena Sylvia pergi begitu saja padahal hantu Rony belum dia segel. "Dia tidak ada di sini. Mungkin dia sedang berada di atap sekolah. Ayo, kita ke sana!!" "Oh, baiklah." Aku bergegas mengikuti Sylvia yang berjalan dengan tergesa-gesa di depanku. Gedung sekolah ini tampak sangat menyeramkan di malam hari. Apalagi dengan kondisi yang gelap seperti ini karena semua lampu dimatikan. Aku dan Sylvia berjalan dengan diterangi oleh cahaya dari sen

