Salwa masih sibuk dengan pesanan gaun pasangan untuk lebaran. Sementara ia terlalu malu meminta pendapat Athan untuk membuat sepasang untuknya dan sang suami. Salwa juga memikirkan kalau Athan bersama Calara dan Reza lebih lengkap sebagai keluarga. Pikiran itu menyedihkan, tapi seperti itu memang kenyataan yang harus Salwa terima. Ia berniat menyiapkan makanan untuk berbuka, tapi saat menghubungi suaminya, ponsel Athan sedang tidak aktif. Salwa akhirnya mengurungkan niat. Tiba-tiba pintu ruangannya diketuk. Salwa mendongak dan melihat Calara melangkah santai. "Kenapa kamu di sini?" "Aku mau memintamu membuat gaun pernikahanku," katanya lalu duduk begitu saja. "Ruanganmu nyaman." Gaun pernikahan? Salwa tentu belum tuli dan perutnya serasa nyeri seketika. Salwa sudah menghentikan pesanan

