Red wine yang kini berada di tangan Bara berputar-putar searah dengan putaran tangan laki-laki yang kini sedang terduduk lemah di sofa, tatapannya sendu tak bernyawa memperhatikan warna merah dalam air yang entah sudah gelas keberapa dia habiskan. Ingatannya ditarik ke sehari yang lalu, ketika ia meninggalkan Nabilla di ranjang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Ia memang b******n yang selalu meluapkan amarah kepada istrinya dengan menyentuh Nabilla dengan kasar, ia hanya tidak suka dengan kenyataan bahwa ia membutuhkan wanita itu disisinya. Dan ketika ia mendengar kalimat yang sangat ia benci dari mulut wanita itu sendiri, ingin sekali Bara membungkam Nabilla, memberikan pelajaran kepada wanita itu agar tidak sekalipun terbesit dalam pikirannya untuk meninggalkannya. Ia tidak su

