Malam membawa Emma dan Chris dalam gairah yang tak terelakkan. Setelah mencapai puncak kenikmatan berulang, keduanya terlelap. Cahaya matahari menembus tirai kamar, memberikan semburat keemasan di antara lipatan selimut yang membungkus tubuh dua insan yang masih terlelap dalam kehangatan satu sama lain. Chris membuka matanya perlahan, merasakan beban ringan di dadanya. Senyum kecil terbentuk di sudut bibirnya saat melihat wajah Emma yang masih terpejam, napasnya teratur, begitu damai di pelukannya. Tangan Chris secara refleks mengusap punggung telanjang Emma yang berada dalam dekapannya. Sentuhan lembut itu membuat Emma menggeliat sedikit, matanya perlahan terbuka, lalu ia menatap Chris dengan sorot mengantuk. "Kau sudah bangun?" suara Emma terdengar serak, mungkin karena kelelahan a

