Bel pulang sekolah berbunyi. Saat berkemas, Zidan memberitahu pada Zara tentang apa yang ia lihat bersama Leo tentang Nana. “Sayang.” Panggil Zidan. “Iya.” “Aku dan Leo tadi melihat Nana dengan seorang pria di kelasnya. Hanya berdua.” “Apa??” “Nana juga terlihat bahagia dengan pria itu.” “Ahh.. mungkin saja hanya temannya.” “Tapi, Nana….” “Kalian sedang membicarakan apa? Sampai berbisik-bisik seperti tu?” Tanya Aksa. “Ahh. Aksa. Tidak. Kami tidak membicarakan apa-apa. Kita langsung ke toko buku ya?” “Iya.” “Sayang, aku tak bisa ikut.” Ucap Zara. “Aku juga tidak ikut.” Sahut Syila. “Ahh, baiklah sayang. Kalau begitu, kau pulannya hati-hati ya.” Zidan. “Iya, sayang.” Aksa, Zidan, dan Leo mereka langsung pergi ke toko buku sesuai rencana, sedangkan Syila dan Zara pulang. Tak l

