Chapter 35

1783 Words

“Enggak mau.” Abi menjawab sambil mengerucutkan bibirnya. Andaru dan Sabrina yang mendengar itu sontak langsung membeku. Mereka pikir bocah itu akan menerimanya dengan senang hati, terlebih Sabrina yang sangat mengharapkan Abi menjadi putranya. “Kenapa?” tanya Sabrina tidak tahan untuk bertanya. “Om Andaru bilang mau anterin Abi tiap hari ke sekolah, Abi enggak mau. Kata Kak Zahra, sekolah ditutup kalo hari libur. Abi enggak mau sekolah sendirian.” Andaru menahan kedutan di bibirnya, begitu juga dengan Sabrina yang sudah tersenyum geli melihat Abi yang memajukan bibirnya. Bola matanya yang besar nampak cerah. Sayangnya, pipi bocah sedikit tirus, andai lebih berisi. Abi akan menjadi anak laki-laki yang sangat tampan. “Abi tenang aja kok, Om Andaru nanti enggak akan nganterin Abi kalo s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD