"Ru, gimana? Ada masalah enggak?" tanya Dimas ketika menghampiri kubikel Andaru untuk memantau kerjaannya. "Udah selesai, bang." Dimas sedikit terkejut ketika pekerjaan Andaru telah selesai. Pria itu menunduk untuk melihat ke arah layar dan lebih tercengang ketika melihat semua codingannya berjalan dengan baik. "Kerjaan lo gercep!" puji sang senior. "Thanks bang." Dimas kembali tegak, ia tiba-tiba teringat sesuatu. "Oh, iya, malam nanti ada acara perusahaan, Ru." "Acara perusahaan apa, bang?" "Ulang tahun pernikahan pemilik perusahaan," jawab Dimas meringgis. Entah itu bisa dikatakan acara perusahaan atau tidak. "Lo datang ya, gue sebenarnya malas. Enakan main sama baby di rumah tapi enggak enak sama manejer." Andaru yang mendengar itu hanya bisa mengangguk, walau ia sebenarnya jug

