Andaru benar-benar tidak sabar datang ke Panti Asuhan untuk bertemu dengan Citra, bertanya perihal bagaimana Sabrina bisa tinggal di Panti Asuhan. Dimana orang tua kandung isterinya? Apa sudah tiada atau Sabrina sengaja ditinggalkah oleh orang tuanya? Tidak ada diantara dua itu opsi yang baik. Andaru bingung. Namun, Andaru harus menahan keinginannya karena ia harus bekerja. Ia sudah memberi tahu Sabrina, jika dirinya akan pulang telat. "Dor!" seru seseorang menepuk punggung Andaru membuatnya terkejut. Ia mengusap-usap dadanya. Dirinya mendengus ketika memutar kursinya dan melihat Aji. "Hayoloh, lo ngalamunin apa?" tanyanya dengan senyum jahil. "Andaru enggak mungkin ngelamunin jorok, dia lagi puasa mantap-mantap karena isterinya lagi hamil muda," sahut Dimas yang muncul dibelakang Aji.

