"Din, sudah sampai," Bian membangunkan istrinya. "Ohh.. Tidak terasa," Dine menguap. Bian tertawa, "Kamu pasti lelah. Kita keluar dari pukul setengah enam dan sekarang sudah pukul dua belas siang." "What? Tidak terasa," Dine mengedipkan matanya berulang kali. Bian lagi lagi tersenyum, "Ah, so cute!" "Kamu seperti menggodaku," Bian tergelak. "Apanya?" Dine mengerucutkan bibirnya. "Matamu itu. Mengedip berulang kali.." Bian mengecupnya. "Ah.. Istriku sayang." "Aku lapar Bi." Dine mengelus perutnya. "Iya kita makan," Bian lalu membuka pintu mobil dan bergerak turun. Ia mengulurkan tangannya membantu Dine turun dari mobil. "Sebelum makan, aku mau mandi dulu. Gerah rasanya," Dine mengajak Bian masuk ke kamar tidur. "Sama," Bian mengangguk. "Aku duluan ya," Dine langsung

