"Aku tidak mengerti," Dine masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Bian hanya tergelak. Ia hendak menjelaskan tapi istrinya itu malah melenggang masuk ke kamar mandi. Tak lama, Dine keluar, "Sori, aku rasanya ingin mandi. Badan lengket." "Aku mau lanjut di ruang kerja. Kamu tidak apa apa sendiri?" tanya Bian. "Penasaran rasanya." "Iya tidak apa apa. Aku ingin membantumu tapi rasa kantuk ini merajalela," Dine menguap. "Kamu tidak lelah?" Bian menggeleng, "Biasa saja." "Nanti jelaskan padaku semuanya, aku masih belum bisa mencerna dengan baik," Dine kembali menguap. "Iya pasti," ucap Bian tersenyum melihat istrinya. Ia mengecup pipinya, "Sana tidur.." Dine naik ke atas tempat tidur, "Bi, aku sedikit takut. Pokoknya kalau kamu ketemu si Harvey itu, aku ikut." Bian

