MASA LALU, MASA KINI

1345 Words

"Waktunya makan siang," Bian melihat jam tangannya. Bapak Wardana muncul di ambang pintu, "Apa bapak mau makan siang di sini? Saya pesankan." "Tidak, saya pergi dulu. Tolong mobil stand by," ucap Bian. "Baik pak," Wardana melangkah pergi. Bian melangkah keluar ruangan dan langsung turun melalui lift khusus. Saat keluar lift, mobil sudah siaga menunggunya. Tak menunggu lama, Bian langsung naik dan meminta pengemudi mobil bergerak pergi. Istriku, lagi apa? Miss you... Ia dengan sengaja tidak menghubungi Dine untuk memberikan kejutan. Tapi, di tengah jalan, ia teringat untuk membeli sesuatu. "Pak, ada toko buah di depan, tolong berhenti dulu," Bian meminta pengemudinya berbelok. "Baik pak," mobil pun berhenti. Ia mengenakan masker dan kacamata hitam lalu turun dengan cepat.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD