Janji Palsu Angga

1528 Words

Terlalu banyak menangis membuat Amanda merasa lelah dan akhirnya tertidur. Ia kembali terbangun ketika mendengar namanya dipanggil berulangkali. Amanda mengernyit, merasa asing dengan tempatnya saat ini—taman yang begitu sejuk dan indah dengan banyaknya tanaman hijau. "Amanda, sini Sayang!" Amanda menoleh, senyuman lebar menghiasi bibir indahnya dengan rinai yang mengalir dari kedua pelupuk mata. Ia berlari dan segera mendekap wanita cantik bergamis putih yang sudah sangat ia rindukan. "Amanda kangen sama Bunda," ungkap Amanda memeluk tubuh Rania yang terasa begitu nyata. "Akhirnya bisa memeluk Bunda seerat ini." "Kamu apa kabar?" Amanda melepaskan pelukannya, menatap wajah sang ibunda yang terlihat lebih cantik dan muda dari sebelumnya. "Amanda mau ikut sama Bunda aja, nggak mau di d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD