Melakukan sesuatu yang tak diinginkan memanglah sulit. Namun, tak ada pilihan lain selain melakukannya. Sejak ia tahu kenyataan menyedihkan itu, secara perlahan mulai menjauhi sang suami meski rasanya begitu berat. Senyuman yang selalu menghiasi bibirnya pun kini jarang terlihat. Amanda menjaga jarak dengan Angga, bukan hanya di kantor melainkan juga di rumah. Ia selalu mencari celah supaya tak berangkat atau pun pulang dengan lelaki itu. Sesampainya di rumah ia langsung memasak dan kembali mengurung diri di kamar Rania. Mereka telah pisah kamar selama dua minggu ini, Angga menolak, tetapi Amanda tak acuh dan tetap pada pendiriannya. "Yang. Buka pintunya! Malam ini saja kita tidur sekamar. Ini sudah dua minggu kita tidur pisah," pinta Angga di balik pintu kamar Rania, mengetuknya pelan s

