Chapter 4

1288 Words
Eunkyung menatap isi dompetnya yang hanya tinggal tersisa uang 20ribu won atau kurang lebih 240rb rupiah. Gadis itu baru saja menggunakan uang simpanannya untuk membayar biaya rumah sakit kakek yang tadi terkena serangan jantung di jalan. Dokter bilang kakek itu tidak akan bisa ditangani jika tidak dibayar biaya administrasi nya terlebih dulu. "Maaf apa anda keluarga pasien? Pasien sudah dipindahkan keruang inap. Anda bisa menjenguknya," ucap sang dokter. Eunkyung mengangguk sebelum kemudian masuk kedalam ruang inap kakek tadi. Dengan ramah ia menyapa sang kakek "Anyeonghaseo," "Apa Kamu yang menolongku tadi?" Tanya Kakek itu yang langsung dibalas anggukan oleh Eunkyung. "Bagaimana keadaan Anda? Apa Anda sudah baik-baik saja?" "Aku sudah membaik. Oh siapa namamu?" "Nama saya Park Eunkyung," "Eunkyung? Nama yang bagus. Jangan terlalu formal, Panggil saja Harabeoji," (Harabeoji = Kakek) Eunkyung mengangguk. Karena sudah hampir malam Eunkyung pun pamit. Tapi sebelum itu sang kakek tadi meminta nya untuk memanggilkan direktur rumah sakit ini. Walaupun bingung kenapa kakek itu meminta nya memanggil direktur rumah sakit, Eunkyung tetap melakukan perintah nya. ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, "Eomma Eunkyung berangkat sekolah dulu ya," Pukul 6 pagi, Eunkyung sudah bersiap untuk pergi ke sekolah. ini hari pertamanya masuk di VT High School. Sang eomma menatap seragam yang dikenakan putrinya itu. Saat ini Eunkyung masih menggunakan seragam lamanya. Sadar dengan tatapan Eommanya, Eunkyung pun langsung bereaksi. "Hari ini baru akan dikasih seragamnya, Jadi sementara Aku memakai seragam lamaku," Ucapnya bohong. Setelah selesai sarapan bersama eomma nya, Eunkyung segera berangkat ke sekolah. Gadis itu berangkat menggunakan bus umum jadi dia harus berjalan terlebih dulu menuju halte yang jaraknya lumayan jauh. Disepanjang perjalanan Eunkyung merasa seperti ada seseorang yang mengikutinya. Saat ia menoleh, tidak ada siapapun dibelakangnya. Karena takut Eunkyung pun langsung mempercepat langkahnya menuju halte. Pukul 6.40 pagi Eunkyung sampai di sekolah baru nya. Gadis itu menatap takjub gerbang sekolah yang akan menjadi sekolah baru nya. Bangunan sekolah itu tampak sangat besar dan juga megah, bahkan ini 5x lipat lebih besar dari sekolah lamanya. Saat sedang asik memandang sekolah barunya, tiba-tiba Eunkyung dikejutkan dengan suara klakson mobil dibelakangnya. Dengan wajah jengkelnya gadis itu minggir agar mobil itu bisa masuk. "Cih dasar sombong, Baru pakai mobil saja sudah belagu," Gumamnya sebelum kemudian melangkahkan kakinya untuk masuk. "Maaf Kamu tidak boleh masuk, Kamu bukan murid disini kan," ucap Satpam yang bertugas menjaga sekolah itu. "Maaf pak saya murid baru disini. Ini hari pertama Saya masuk sekolah, jadi saya belum diberi seragam," Jawab Eunkyung langsung diperbolehkan masuk oleh satpam itu. Dengan langkah pelan, Gadis itu mulai masuk kedalam kawasan sekolah itu. Didalam ia kembali bertemu dengan mobil yang tadi terus menyalakan klaksonnya. Pemilik mobil itu ternyata adalah seorang gadis yang sangat cantik, bahkan Eunkyung yang melihat saja sampai dibuat takjub. Eunkyung menyunggingkan senyumnya saat gadis cantik tadi berjalan kearahnya. Sambil tersenyum Eunkyung pun menyapanya "Hi, Aku murid baru disini," Sapa nya namunn Gadis itu hanya diam. "Hmm maaf kalau boleh tahu, Dimana ruang kepala sekolahnya?" Lanjutnya bertanya namun gadis itu hanya mengabaikannya saja dan berlalu pergi begitu saja. "Heol, apa dia bisu ? Atau tuli ? Tapi tidak mungin gadis secantik dia bisu atau tuli. Dasar, Aku tarik kata-kataku yang memujinya tadi. Percuma cantik kalau sombong," Pada akhirnya Eunkyung mencari dimana letak ruangan kepala sekolah sendiri. Tadi dia sudah beberapa kali bertanya pada murid lainnya tapi tak ada satupun yang menjawabnya. Sampai tiba tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya "Hi, Kamu murid baru ya? Kenalin Aku Jang Jisu, Kamu bisa memanggilku Jisu," Ucap Seseorang yang tadi menepuk pundak Eunkyung. "Park Eunkyung. Aku murid baru disini. Oh iya, apa kamu tahu dimana letak ruang kepala sekolah nya? Sejak tadi Aku memutari sekolah untuk mencari ruang kepala sekolah tapi tidak ketemu," Gadis bernama Jisu tadi pun mengangguk "Ayo Aku antar," Eunkyung mengangguk sambil tersenyum, Akhirnya dari sekian banyak murid ada juga yang baik "Terima Kasih, Jisu," Kedua gadis itu berjalan bersama menuju ruang kepala sekolah tapi tiba-tiba Eunkyung menghentikan langkahnya saat melihat banyak kerumunan orang. "Ash setiap hari pasti seperti ini," gumam Jisu membuat Eunkyung langsung menoleh kearahnya. "Kyung, Kamu harus tahu jika sekolah ini adalah sekolah populer. Hanya orang-orang kaya saja yang bisa bersekolah disini. Kalau Kamu bukan dari keluarga kaya raya, Kamu akan sulit mendapat teman," "Coba lihat mereka," Lanjut Jisu. "Mereka adalah penguasa disekolah ini. Mereka adalah geng orang terkaya di korea namanya 7 Boys. Tidak ada satupun yang berani berurusan dengan salah satu dari mereka. Dan coba kamu lihat itu dia yang berjalan paling depan. Dia adalah ketua dari 7 boys namanya kim Jaehyun, dia juga anak pemilik dari sekolah ini," Eunkyung cukup terkejut dengan Pria yang baru saja Jisu kenalkan. "Kamu mengenal Jaehyun?" Eunkyung menggeleng cepat "Tidak, Aku tidak mengenalnya," "Baguslah. Kalau bisa jangan sampai mengenalnya atau bahkan berurusan dengannya. Yang ada nanti kamu tidak akan tenang sekolah disini kalau berususan dengannya," Eunkyung hanya mengangguk lemas. "Ayo aku antar keruang kepala sekolah," Sahut Jisu menarik tangan Eunkyung untuk pergi keruang kepala sekolah. ,,,,,,,,,,,,,,,, "Pagi anak anak. Kita hari ini kedatangan murid baru. Ayo kamu silahkan masuk," ucap park saem (Guru Park) Eunkyung masuk kedalam kelas dengan langkah sedikit gemeteran. Bagaimana tidak gemetar, Gadis itu akan satu kelas dengan Pria yang bernama Jaehyun. "Anyeonghaseo, joneun Park Eunkyung imnida," ucap Eunkyung memperkenalkan diri. "Keluargamu dari perusahaan apa?" "Ayah kamu direktur atau apa?" "Ibu kamu masuk geng sosialita mana?" Itulah pertanyaan- pertanyaan yang dilontarkan beberapa murid dikelas itu. Eunkyung hanya diam bingung harus menjawab apa. "Sudah sudah cukup. Eunkyung silahkan duduk disamping Jaehyun," perintah park saem. "Apa? Apa tidak ada kursi lainnya saem?" tanya Eunkyung sedikit takut. "Coba kamu lihat ? Apa ada kursi yang kosong selain sebelah Jaehyun?" tanya park saem dengan tatapan tajamnya. Eunkyung hanya pasrah lalu berjalan menuju kursinya. Tapi belum sampai di tempat duduknya, ada yang sengaja menjegal kaki nya sampai membuat nya terjatuh. Sontak semua murid menertawakan Eunkyung sedangkan Eunkyung hanya tersenyum miris. Gadis itu bangkit dan langsung mendudukan dirinya disamping Jaehyun. dia benar benar gemeteran, bagaimana kalau Jaehyun tahu dia duduk disebelahnya?. Sepanjang pelajaran Eunkyung benar benar tidak fokus sedangkan Jaehyun masih memejamkan matanya diatas meja. ,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Jam Istirahat sekolah Jaehyun dan teman-temannya berkumpul di kantin sekolah. Sejak tadi mereka heboh dengan murid baru yang katanya cantik. "Aku denger dikelas kalian ada murid baru? Cantik nggak?" Tanya Myungsik. Insu mengangguk mantap "Cantik banget," "Sejak kapan dikelas kita ada murid baru?" Tanya Jaehyun yang sejak tadi hanya menyimak obrolan temannya. Insu memutar bola matanya malas "Bagaimana Kamu tahu kalau Kamu saja dikelas cuma tidur. Kamu bahkan tidak sadar kalau dia duduk disampingmu," Jaehyun cukup terkejut dengan apa yang baru saja Insu katakan. Dia bahkan tidak sadar jika ada yang duduk disampingnya. Saat Pria itu ingin mengeluarkan suaranya tiba-tiba geng Sohyun datang menghampiri mereka. "Hai Jaehyun, Boleh gabung disini nggak?" Tanya Sohyun sambil tersenyum manis. "Boleh kok sini. Mau duduk dipangkuanku juga boleh," sahut InSu. Jaehyun hanya diam tanpa menanggapi Pertanyaan Sohyun. Sampai tiba-tiba Insu bersuara lagi mengatakan jika Murid baru tadi baru saja datang ke kantin bersama Hyunki yang tak lain adalah salah satu anggota 7 Boys. "Itu bukannya cewek yang waktu itu marah marah dijalan pas kita ngebut ya?" sahut YeJoon Karena penasaran Jaehyun pun langsung menoleh kearah Eunkyung. Jaehyun kaget melihat Eunkyung, begitu juga dengan Eunkyung yang kaget karena ditatap tajam oleh Jaehyun. Jaehyun berdiri dari kursinya lalu berjalan kearah Eunkyung dan menarik tangan gadis itu keluar area kantin membuat semua orang yang berada dikantin kebingungan. Jaehyun membawa Eunkyung ke taman sekolah. Pria itu melepas kasar tangannya begitu saja "Kamu cewek gila itu kan?" Tanyanya. Eunkyung hanya diam, wanita itu tidak berani menatap Jaehyun. jaehyun yang menyadari ketakutan gadis itu pun tersenyum sinis "Jadi Kamu murid baru itu. Bagus kita bertemu disini. Kamu harus bersiap dengan semua kejutan-kejutan dariku, Park Eunkyung," Ucap Jaehyun sambil membaca nametag di seragam Eunkyung sebelum akhirnya pergi begitu saja.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD