Gavin mengantarkan Venita pulang ke rumah indekosnya setelah mereka menghadiri acara makan malam di rumah keluarga Gavin. Orang tua dan adik-adik pria itu sangat menyukai Venita. Mereka juga berbincang bersama keluarga Venita melalui sambungan video call setelah mereka selesai menyantap makan malam mereka. “Oh ya, Sayang, hari Jumat minggu depan, kita ke acara welcoming party-nya temen kuliah aku yang baru balik dari Inggris, ya. Hari Senin besok dia pulang dari Inggris, tapi kita ngadain welcoming party-nya hari Jumat biar bisa bebas party sampai pagi,” ujar Gavin seraya berbaring di ranjang kamar kos Venita. “Ehm ... ada Revano?” tanya Venita ragu-ragu. “Ya ada dong. Dia kan satu geng sama aku waktu kuliah.” Venita pun tampak cemas dan Gavin menyadarinya. “Kenapa, Ven?” “Kalau aku

