“Bel, gue anter pulang, ya,” ujar Revano saat melangkah bersama Bella menuju lift setelah melakukan absensi pulang kantor. “Gak usah,” balas Bella dengan lesu. Revano tidak menerima penolakan. Begitu mereka tiba di lantai dasar, ia menyeret Bella ke area parkir mobil dan memasukkan gadis itu ke dalam mobilnya. Ia tak gentar memasangkan seat belt pada Bella yang tampak merengut padanya. “Lo mau ke rumah abang lo lagi?” tanya Bella. “Iya,” jawab Revano seraya mulai melajukan mobilnya. Tidak. Revano tidak berniat untuk menginap di rumah kakaknya. Ia hanya ingin mengantarkan gadis yang sedang patah hati itu kembali ke rumahnya. Sepanjang perjalanan, Bella hanya diam memandangi jalan raya yang dilaluinya. Hari itu, jalanan tidak semacet biasanya. Di hari Senin, orang-orang memilih untuk p

