keluarga salsa

719 Words
keesokan harinya Salsa pergi ke kantor untuk kerja. tak terlihat banyak orang yang ada hanya ada beberapa orang karyawan mungkin dari ribuan karyawan kini hanya ada 200 karyawan lagi . hampir 80% karyawan yang mengundurkan diri bahkana ada juga yang di pecat karena kinerjanya yang kurnah bagus tak ada sambutan lagi seperti dulu mereka sibuk masing masing dan ada juga beberapa orang yang melamun bahkan ada juga yang saat itu juga minta keluar dari kerja karena sejujurnya sudah hampir 3 bulan ayahnya mengalami baik turun dalam bisnisnya dan 1 bulan terkahir ini yang paling parah dan memutuskan untuk menelpin Salsa. "kenapa kamu mau berhenti?? tanya Salsa. " percuma kerja juga kami juga butuh gaji untuk menghifuoi kehidupan kami, udah hampir 3 bulan kami enggak di gajih saat kami meminta gajih kami selalu di undur undur dan sekarang mana janji itu.. kami ingin memintanya. ucap salah satu karyawna lama nya. "aku minta mungkin saat ini kami belum bisa membanyarnya, aku janji nanti kalau sudah punya uang kami akan segera membanyarnya. " janji terus yang di ucapkan mana ayahmu.... hey herlambang keluar kamu. "berusaha sabar. " namun mereka semakin menjadi jadi. "herlamabang kalau kamu enggka samggup membanyarnya jual saja perusahaan mu ini. " cukup yah kalian enggak berhak untuk menyuruh ayah melakukannya . "terus mendesak dan berusaha menemui ayahnya dengan menerobos pintu. " hiks "menangis dan berlari menemui ayahnya kern dua takut ayahnya akan di sakiti. " ayah.... "cepat tanda tangani ini semua.... " baiklah. "apa ! apa yang harus ayah tanda tangani hah. " enggak bukan apa apa sayang, ini hanya sebuah perjanjian saja. "ingat kamu harus menepati janjimu , kalau tidak kami akan melaporkanmu dan keluargamu. " baik.. . "ayah.. . perjanjian apa yang mereka mksud yah. " sudah lah sayang yang penting sekarang kita berusaha untuk memulihkan semuanya seperti semula lagi . "pelukan ayahnya mampu membuatnya sedikit merasa tenang. " ayo sekrang kita kerja lagi kamu pelajari ini dan besok kita akan mengadakan pertemuan bersama seseorang yang siapa tau dengan ini dia bisa membantu kami. "baik yah. " ayah jangan takut yah, , aku janji aku akan berusaha semampu aku. skip. . . "kamu baru pulang Dea hah dari mana saja ?? " mengabaikan mama dan pergi ke kamar. "aku enggak akan mau bicara sama mereka lagi selama keadaan mereka masih kayak gini gini aja, ketusnya. skip jam menunjukan pukul 10 malam dan Salsa beserta ayahnya baru pulang kerja. " hemm. . . sini yah aku bawa tasnya. . . "baiklah. mereka baru turun dari mobil. dan masuk rumah lalu ayahnya mencium keningnya dan mengucapkan " selamat beristirahat putri ayah. "hem.. . tersenyum manis. 1 bulan kemudian perusahaan ayahnya sedikit membaik dan tak ada lagi karyawan yang keluar karena dengan kerja dan janji Salsa akhirnya mereka percaya . " ayo non semangat bibi yang selalu ada dan membantunya sejak dia remaja kini dia masih bertahan di rumah itu. "rasa sayangnya terhadap Salsa yang membuatnya mau bertahan. makan malam " yah, , aku butuh uang untuk banyar sekolah? "iya tunggu ayah ambil dulu yah. " menatapnya namun tak berani bicara apa apa. karena dia tau adiknya sekarng lagi sedikit sensitif. "aku pergi dulu. . .. ucap Dea setelah mendapatkan uang dari ayah. " Salsa apakah kamu sudah selesai makannya? "bentar lagi kok yah? " ok habiskan makananmu. "mengangguk. " ayah juga yah. .. . senyuman salsa mampu membuatnya sedikit mengurangi rasa setresnya. 5 menit kemudian "kami pamit ke kantor dulu yah? " hemm.. . . . sedikit cuek dan tak begitu seperti biasanya. "aku pamit yah mah. . salam dia. " yasudah sana. . . skip naik mobil tak begitu banyak bicara sampai di kantor mereka terpisah ke ruangan masing masing namun sekali kali Salsa mendatangi ruangan ayahnya untuk menanyakan masalah yang belum dia mengerti hari demi hari terus berganti bahkn minggu demi mingguan terus berganti hingga kini sudah hampir 6 minggu Salsa sibuk di kantor dan mengurusnya bersama ayahnya namun sedikit demi sedikit perusahana nya sudah pulih hingga 50 % kini tinggal 50%lagi 2 bulan kemudian akhirnya salasa berhasil membuat banyak orang mampu percaya lagi dan ingin bekerja sama lagi. walaupun belum semuanya namun kali ini dia percaya bahwa semua akan kembali seperti semula hampir 80% kini kehidupan mereka kembali normal namun tidak 100% seperti semula. ada beberpa batas ketika mau menggunakan uang atau hal sejenisnya tentang perusahan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD