CERAIKAN SAJA AKU

1057 Words

"Sudah sholat, Rum." Pesan yang ditulis oleh Hendrik jam tiga pagi tadi dan Arum baru membukanya pukul lima pagi. Bila seharian Arum tidak berkabar maka memang cara Hendrik untuk menanyakan kabar adalah dengan menyapa pas dini hari begitu. Ya, hanya begitu saja dan itu jadi kebiasaan yang Arum fahami saat ini. Hendrik, mungkin ia merasa semua sama dengan apa yang dia pikirkan hingga semudah itu dia bersikap. "Mas..." Tulis Arum membalas pesan tersebut. Dengan cepat pesan itu terbaca. "Iya," "Aku mau ketemu." "Kapan Rum." "Terserah mas saja, ada yang ingin aku bicarakan, penting." "Aku telepon ya ..." "Tidak." Arum tegas sekali bicara, hatinya sedang bergejolak, sungguh ia tidak bisa memaafkan Hendrik. Ia mendadak ingat Sylvia, mungkin saat itu Sylvia merasakan apa yang dia ra

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD