Bukan Mau Indi

1013 Words

Satu minggu berlalu …. Hari ulang tahun Damian yang merupakan hari dongkolnya Indi sudah berlalu dan mungkin tidak akan pernah bisa Indi lupakan begitu saja. “Sayang, bangun. Udah jam sembilan. Memangnya kamu nggak ke butik? Gaun pengantin Moses dan Novia sudah selesai dibuat?” Damian membangunkan Indi yang masih ditutup oleh selimut. Sementara Damian tengah mengenakan dasi untuk siap-siap ke kantor meski sudah jam masuk. Karena dialah pemilik perusahaan tersebut, bebas kapan saja ia ingin masuk. Perempuan itu kemudian menggeliat, merentangkan otot-ototnya lalu mengucek matanya. Menatap Damian yang tengah duduk di sampingnya yang baru saja selesai mengenakan dasi pemberian Indi saat ulang tahun di minggu lalu. “Bangun, yuk! Sudah siang. Sarapan dulu, habis itu berangkat ke butik. A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD