Damian mengedip-ngedipkan matanya kala mendengar ucapan Indi. “Are you seriously?” tanyanya masih tak percaya dengan ucapan istrinya tadi. “Sayang, aku tidak mau main-main masalah kehamilan.” “Perlu bukti?” tanya Indi kepada Damian. Ia lalu menghela napasnya dengan pelan kemudian menghampiri Damian yang tengah menatapnya penuh dengan rasa tak percaya. Sembari membuka dress yang ia kenakan tadi serta ikatan rambutnya hingga kini terurai dengan indah. Kini, perempuan itu hanya mengenakan bra dan juga celana dalam yang memperlihatkan kemolekan tubuhnya yang berhasil membuat Damian berdesir juga pancaran signal di bawah sana berdiri tegap dengan sangat jelas. Tangan itu menyentuh bahu Damian dengan elusan yang begitu sensual. “Ya. Aku akan memberimu anak. Berapa pun yang kamu inginkan,

