Waktu sudah menunjuk angka sembilan malam. Ayu sudah pulang ke rumahnya dan tidak ada lagi yang berkunjung di hari itu karena semuanya sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Tok tok tok! “Permisi! Waktunya minum obat.” Seorang perawat datang sembari membawa obat dan juga segelas air minum. “Tunggu!” Indi menahan perawat itu yang hendak memberikan obat tersebut kepada Damian. “Kenapa, Bu?” tanya perawat tersebut. “Kenapa bukan Dokter Ryan yang memberikan obat ini kepada suami saya? Kalau obatnya palsu, Anda mau saya bunuh sekarang juga?” Indi sangat sensitive bila sudah melihat obat-obatan. “Saya telepon Dokter Ryan dulu!” Indi menghubungi Dokter Ryan untuk mengonfirmasi obat yang dibawa oleh perawat itu. “Halo, Dok. Dokter di mana? Kok yang bawakan obat untuk Damian

