Indi terkulai lemas mendengar pernyataan Arion. Ia kemudian merebahkan punggungnya dengan lemas pada sandaran sofa yang ia duduki. “A—apa kata kamu, Arion?” tanyanya dengan suara nyaris tak terdengar karena masih shock mendengar penuturan Arion yang baru ia ketahui kenyataannya. Arion menganggukkan kepalanya sembari menatap Indi dengan lekat. “Ya. Itulah kebenaran yang harus Kakak ketahui. Kak Rachel ingin membawa Kak Damian pergi bersamanya selamanya. Sengaja membuat kecelakaan itu dan akhirnya menyebabkan mereka kecelakaan. “Tapi, sayangnya Kak Rachel harus pergi sendiri karena Kak Damian masih bisa bertahan meski harus koma selama satu bulan lamanya. Kak Rachel harus merelakan Kak Damian melanjutkan hidupnya karena salah dia sendiri yang sudah menyabotase mobil itu.” Indi menutup

