bab 6

1033 Words
Feli si gadis cantik yang malang, dia berkali kali mengecek ponsel nya hingga siang menjelang sore pun papa nya belum ada menghubungi. Feli menghela nafas panjang menekan rasa kecewa nya. Namun sedetik kemudian dia kembali ceria saat melihat pesan masuk dari sang kekasih. Deon : 'kamu pulang sekolah jam berapa sayang biar aku jemput' Feli : 'aku sama cheryl mau beli gaun untuk acara nanti malem sama ke salon kak' Deon: 'oke, aku anterin ya' Feli: 'yaudah deh kalo kakak maksa. hahaha' Deon: 'hahah padahal aku ga maksa lo. Gemesin banget sih ayang aku' Feli: 'yaudah kak, kami dah mau pulang nih, kakak hati hati ya... love you' Deon: 'aku otw, love you too honey' feli tak membalas lagi, dia senyum senyum sendiri sembari menyimpan ponsel nya ke dalam tas dan bersiap untuk pulang. Cheryl yang menatap feli sejak tadi sudah bisa menebak feli pasti sedang bertukar pesan dengan deon. Dasar bucin, batin cheryl. *** Feli dan cheryl sedang asik memilih gaun di butik, sementara deon menununggu 2 gadis remaja itu di luar butik sambil menyesap sebatang rokok. Tanpa di sengaja angel yang baru saja sampai ke butik itu menghampiri deon yang tengah asik dengan pikiran nya sendiri. "Hei deon... Lo ngapain disini?" sapa angel yang mengaget kan deon. "Lo ngapain ngel?" deon malah bertanya balik. "Di tanya kok malah nanya balik, gue nemenin mama mau cari gaun. Nah lo sendiri ngapain?" tanya angel lagi. Ternyata tanpa sepengetahuan deon selama ini angel sangat mencintai deon diam-diam. Tetapi angel sangat mengenal sahabat nya itu, dia pasti akan menjauh jika tau angel menganggap nya lebih dari sahabat. Angel menatap deon dengan penuh cinta. "Gue..nemenin adek gue mau beli gaun juga kata nya." jawab deon. Deon tipycal cowok cool dan cuek, tapi hanya pada angel dia tidak cuek. Mereka bersahabat sejak kecil, ayah mereka juga bersahabat. Itulah yang membuat mereka dekat. Angel juga kerap sekali bersikap manja pada deon, hingga banyak teman di sekolah mereka menganggap mereka adalah sepasang kekasih. Tetapi deon sama sekali tak terganggu dengan rumor tersebut selama ini, sebab itu tak penting bagi nya, toh dia tak punya pacar yang harus di jaga hati nya. Tapi kali ini, mungkin akan berbeda, deon telah menemukan sang pujaan hati yang akan merajut kasih padanya, yaitu feli. "Duh, so sweet banget sih lo... Mau dong jadi adek lo. hahaaa" ujar angel dengan candaan sembari tangan nya bergelayut manja pada deon. Feli dan cheryl yang ketepatan keluar dari butik menyaksikan adegan manja manjaan itu dan feli yang terbakar cemburu langsung memanas melihat nya. "Cher, gue naik taksi aja ya, kalo lo mau ikut terserah tapi kalo lo mau sama kakak lo yaudah gue sendiri aja." ucap feli pada cheryl. "Apaan sih, kakian kan baru jadian... Ya kita bareng kak deon lah...." cheryl yang peka membaca situasi langsung bereaksi. "kak deon, apaan sih lo pegang-pegangan sama cewek lain sementara cewek lo disini!" teriak cheryl pada kakak nya. Dia pun sangat paham bagaimana tingkah angel saat berdekatan dengan kakak nya, deon. "Elo yang apa-apaan cher, buat malu aja sih." Ambek feli. Deon mendengar itu langsung menepis tangan angel dan berjalan menuju feli dan cheryl. Angel terlihat heran, apa maksud cheryl, apa deon pacaran sama bocah ingusan itu? Batin angel, namun dia enggan menanggapi demi menjaga hubungan nya dengan deon, tapi dia tak akan tinggal diam, pasti dia akan mencari tau. "Kalian dah selesai?" tanya deon pada kedua gadis remaja itu. "Udah! udah selesai mesra-mesraan nya?" jawab feli ketus. Dia sangat terlihat marah dan cemburu. "siapa yang mesra-mesraan, kita tu cuma ngobrol sayang, dia memang suka gitu kalo bercanda." jawab deon yang malah gemas lihat tingkah pacar nya yang lagi cemburu. "Oohhh...bercanda aja semesra itu, apa lagi kalo serius....." jawab feli sengit. Deon malah tertawa menanggapi nya membuat feli semakin kesal saja. "Kamu makin imut loh kalo lagi cemburu.." goda deon. Cheryl yang jadi obat nyamuk cuma geleng geleng kepala saja melihat dua sejoli yang lagi berantem itu. "Udah ah, masalah rumah tangga di selesai kan di rumah dong, sekarang kita gerak ke salon yok nanti telat loh, masak yang ulang tahun telat kan ga lucu.." Kata cheryl mencairkan suasana. Deon segera mengambil alih paper bag yang di pegang oleh feli dan cheryl. Mereka menaiki mobil deon untuk pergi ke salon. Namun nampak nya feli yang masih terbakar cemburu enggan untuk bersuara. Suasana berubah menjadi canggung saat canda tawa cheryl dan deon tidak di peduli kan oleh feli sama sekali. Sampai di salon pun feli masih tetap diam seribu bahasa, bahkan cheryl pun dia abaikan. Deon dengan sabar dan setia menunggu kekasih hati nya yang sedang bersalon. *** Acara ulang tahun feli sudah mau di mulai, tapi papa nya tak kunjung datang. Feli sangat kecewa, seolah olah dia hidup sebatang kara tanpa keluarga. Namun cheryl dan teman teman lain nya menghibur feli dengan tingkah dan canda tawa nya. Setelah selesai acara potong kue dan makan makan sekarang mereka saling berbincang satu sama lain. "Sayang, aku mau ngomong berdua sama kamu, ikut aku yuk..." bisik deon pada feli yang tengah asik bercanda gurau. Tanpa menjawab apapun feli beranjak dari duduk nya dan mengikuti deon.. Sampai deon membawa feli duduk di taman belakang rumah feli. Deon langsung memeluk feli. "Maafin aku ya, aku ga akan dekat dekat dengan cewek lain. Aku ga akan buat kamu cemburu lagi." ucap deon yang merasa jika feli masih marah pada nya perihal angel. "Siapa yang cemburu? gausa kepedean!" jawab feli ketus. deon menghela nafas nya frustasi, begini ya resiko pacaran sama bocil, tukang ngambek! batin deon. "Yaudah, nih kado buat ulang tahun kamu dan sebagai tanda jadian kita." deon menyodor kan sekotak perhiasan yang berisi kan sebuah kalung mewah dengan liontin berbentuk hati dan berukir kan inisial df (nama mereka berdua). seketika mood feli kembali baik melihat hadiah dari deon. "Wah... bagus banget kak..!"kata feli girang. 'bisa gitu ya, tadi cemberut setelah dapat kado seketika bahagia, dasar bocah gemesin' deon berdialog di dalam hati nya sambil terus tersenyum. "Berbalik biar aku pakaikan" kata deon dan feli pun segera membelakangi deon. Deon mengendus leher jenjang feli. "Kak...yang bener dong...geli tau." ucap feli. Bukan nya berhenti deon malah menarik feli ke pangkuan nya setelah ia berhasil memakai kan kalung itu. Deon menciumi leher feli seperti orang yang kecanduan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD