Rasa Tante Pertama Kali

431 Words
Saat aku menunggu diruang tamu, mamanya teman saya berteriak lembut dari ruang belakang. "Nak Roy, Tante tinggal mandi dulu, " teriak mamanya teman aku. "Iya Tante, " balas aku. 5 menit berjalan aku terasa kebelet kencing. Aku mencoba mencari toilet di ruang belakang. Saat melewati kamar mandi tempat mamanya teman aku mandi, itu pintunya tidak tertutup rapat. Sekelibat aku meliat bodi mamanya teman aku yang sangat indah tanpa sehelai benangpun dan dibasahi dengan shower. Dengan begitu adik kecilku mulai keras lagi. Tadinya aku kebelet kencing, jadi tidak berasa mau kencing lagi. Aku dengan detak jantung yang cepat, mulailah melihat mamanya teman aku yang lagi mandi. Saat dia sabunkan buah dadanya, sungguh indahnya. Diremas-remas manja dan seseklai dipilin-pilin putingnya. Tanpa terasa anu aku keras dan membesar. Detak jantung makin tidak beraturan. Tanpa pikir panjang aku balik ke bangku ruang tamu, karena takut ketahuan. Lagi santai duduk, mamanya teman aku keluar dari kamar mandi dan masuk kekamar yang berada tidak jauh dari aku duduk. Sambil menyapa aku,"Roy bantu Tante ambilkan minyak zaitun yang ada dibangku teras". "Nanti tolong bawakan ke kamar Tante", lanjut mamanya temanku. " Baik Tante", jawab aku. Langsung aku bergegas mengambil minyak zaitun dibangku teras depan. Dan langsung membawanya kekamar mamanya teman aku. Aku ketok pintu kamarnya. "Masuk Nak Roy", suara mamanya temanku dari dalam kamar. Lalu aku buka pintu kamarnya perlahan, ternyata lampu kamarnya nyala dan terang sekali dan tampaklah jelas tubuh indah mamanya temanku. Aku diam terpaku, karena terpesona dengan pemandangan yang ada didepan aku. " Kesini Roy, bisa pijat-pijat punggung tante", ujar mamanya teman aku dengan suara manja. Tanpa bicara aku langsung mendekat ke tubuh mamanya teman aku yang sudah rebahan dikasur dengan posisi telungkup. Aku mulai menuangkan minyak zaitun ke punggung mamanya teman aku dan mulai aku pijat-pijat pelan. "Nak Roy, jangan bilang ke anak aku kalau kamu pijatin tante", ujar mamanya teman aku. " Iya Tante", jawab aku spontan. Tubuh mamanya teman aku itu halus dan kenyal sekali. Aku pandangi pantatnya yang mulus putih dan berisi. Tiba-tiba mamanya teman aku balik badan, aku sangat kaget. Buah dada yang indah sudah berhadapan dengan aku. 'Nak Roy, kok diam saja. Ayo pijat dan remas-remas payudara tante", ujar mamanya teman aku dengan nada manja dan sedikit serak-serak basah. Mamanya teman aku meraih dan menarik kepala aku dan membisiki aku, "Tante sudah 7 tahun tidak dijamah tubuh tante, sampai lupa rasanya burung masuk ke sangkar seperti apa rasanya. Bantu tante mengingat rasanya lagi Nak Roy". Sontak nafsu aku meledak-ledak saat dibisikan manja oleh mamanya teman aku . Selanjutnya teman-teman dapat mengimajinasikan apa yang aku lakukan bersama mamanya teman aku.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD