BAB 14

2391 Words

Jam sudah menunjuk pukul delapan malam dan Derdi masih asik memainkan PlayStation-nya hal ini jelas membuat Fiona kesal bukan main. Sedari tadi Derdi mengabaikannya karena dia terlalu asik dengan mainannya itu. Bahkan sedari tadi Fiona sudah memberikan macam anak pramuka tapi sama aja nggak ada hasilnya karena Derdi yang terlalu menikmati gamesnya itu. "Mas," panggil Fiona, dia sudah kesal dengan Derdi. "Hmm." Hanya gumamam tanpa repot-repot mengalihkan pandangannya "Ih ya udah aku mau tidur!" kesal Fiona langsung meninggalkan Derdi. Derdi yang mencium bau-bau akan ada drama per-ngambekan akhirnya dia langsung menghentikan permainannya dan langsung menghampiri Fiona yang sudah menutup badannya dengan selimut tebal. Derdi tau seratus persen jika Fiona masih belum tidur di sana, dia baru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD