Nyaman, itulah yang dirasakan Fiona saat membuka matanya. Berada di pelukan orang yang dicintainya dan sekarang tambah lagi kebahagiannya karena janin yang dikandungnya. Walaupun kemarin adalah hari yang mungkin sangat terberat tapi dia bersyukur semuanya setimpal dengan apa yang diterimanya saat ini, Tuhan memberikan kado spesial untuknya dan dia sangat menyukainya. Fiona mengusap kepala Derdi yang masih nyaman tertidur di ceruk leher Fiona. Tak lama kemudian Derdi terbangun dari tidurnya dan dia langsung mengecup bibir Fiona cepat. Membuat Fiona tersenyum dan merona secara bersamaan. "Kamu udah bangun, Sayang?" tanya Derdi padahal pertanyaannya tersebut tidak memerlukan jawaban karena memang Fiona sudah bangun. "Aku laperrrr~" rengek Fiona manja, semalam setelah dia bangun memang dia

