Hari ini sesuai dengan janji, aku akan bertemu Ala. Dia sudah menyiapkan surat pengajuan pendamping perceraian kepada lembagaku, dan aku sudah menyiapkan strategi jitu agar mereka tidak bercerai. Ya, di lembaga psikologi tempat aku bekerja ini memang salah satunya memberikan pelayanan pendampingan. Bukan hanya orang yang hendak bercerai, tapi juga orang yang hendak menikah, mengalami kehilangan, atau yang lainnya yang butuh dampingan. "Biv, aku sudah membawa surat ini, aku membuatnya sesuatu instruksimu." Ala langsung mengeluarkan sebuah amplop surat begitu ia hadir di depanku. "Tunggu, Ala." Kataku. "Ya?" Jawabnya, Ala mendongakkan kepalanya melihatku. "Kau mau dengan apa yang aku rasakan." Kataku kemudian. "Oh, tentu saja, Biv. Setelah selama ini kau mengikhlaskan telingamu untuk m

