Bab 21

865 Words

Bab 21 Geno, Rejav terus memikirkan nama pria itu setelah Bintang dan orang tuanya pulang. "Dia kembali untuk memperbaiki hubungannya dengan Bintang, hm ... kenapa diriku harus memikirkannya? Sudahlah Rejav, kamu pusing saja dibuatnya," ujar Rejav, menghilangkan nama Geno dan Bintang dalam benaknya, kemudian memejamkan mata lalu terlelap. Ke esokan harinya, selesai mengajar di kampus, dirinya kembali bertemu dengan Arwana di cafe karena kebetulan pula pria itu membutuhkan sesuatu ke sahabatnya. "Jav, lo boleh kasih tau gak rumah ponakan lo di mana?" Rejav mengedutkan dahinya, bingung dengan pertanyaan Arwana, siapa keponakannya? "Ponakan, gue gak punya keponakan," jawab Rejav. "Lo ngomong apa bro? Jelas-jelas Bintanglah yang gue cari, siapa lagi?" Mendengar hal itu, Rejav menghela n

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD