Bab 23

807 Words

Bab 23 Bintang telah diantar oleh Arwana, pria itu merasa puas ketika tahu di mana rumah Bintang berada. "Besok pulang di jam sama, kan?" "Iyah, Om. Tapi, gak usah repot jemput segala soalnya udah ada Cici kok," jawab Bintang, sebisa mungkin dia harus membuat Arwana tidak menjemputnya karena dia semakin tidak enak jika terus berada di dekat pria itu, apalagi mengetahui om yang satu seperti suka padanya, yang ditakutkan adalah, apakah Bintang dapat membalas perasaan pria itu? Sementara perasaannya masih berlabuh pada Rejav. "Repot? Enggak kok, besok saya jemput lagi, yah. Asalamualaikum." "Ta-, waalaikumsalam." "Astaga, gimana nih? Aku gak ambil nomornya Om Arwana lagi, buat ngasih tau dia kalau enggak usah jemputin aku besok," khawatir Bintang. Beberapa saat kemudian, dia tersenyum sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD