Bab 27

864 Words

Bab 27 Bisa dikatakan, hati Bintang perlahan menenang dan menjadi hangat ketika mendengar ucapan Rejav yang biasanya tegas karena dia memberi ucapan buruk, kali ini berbeda, karena dia memberi kalimat tegas untuk memilikinya, entahlah ... Bintang hanya yakin, semoga Rejav serius dengan perkataannya itu. Suratih menarik suaminya dengan pelan untuk masuk kamar sembari membincangkan apa yang telah Rejav katakan. "Nak, kamu bicara aja dulu sama Rejav, Ibu mau nenangin bapakmu sebentar," pamitnya, kemudian pergi bersama Erlan. "Pak, Ibu harap, ikhlaskan kali ini dan maafkan Rejav beserta Pak Adib, Ibu tau kok kalau Bapak lagi marah, tapi gak baik kalau marah-marah terus, apalagi Bapak udah tua loh, nanti darah tingginya kambuh, percaya saja kalau Rejav kali ini serius, okey?" "Semoga saja,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD