Setelah menjalani berbagai pemeriksaan kesehatan, Sani pun sudah diijinkan untuk pulang setelah memastikan perkembangan janinnya baik. Meski janinnya masih terlihat sangat kecil, tapi degup jantungnya sudah terdengar. Membuat Sani hampir tak percaya dengan sesuatu yang tengah tumbuh di dalam rahimnya. Padahal ukuran janinnya sangat kecil tapi dia begitu kuat di dalam sana, seakan dia memang benar-benar ingin hidup. Sani semakin merasa bersalah karena pernah berpikiran buruk untuk melenyapkan anaknya sendiri. Steve mendampingi Sani terus di setiap pemeriksaan. Sampai-sampai para dokter dan perawat menyebut mereka pasangan yang sangat cocok, ditambah sikap Steve yang seolah begitu peduli dengan Sani. Padahal pasti itu hanya akal-akalan Steve saja demi terlihat baik di depan semua orang, da

