Part 15- Terlalu Keras

1177 Words

Semakin dihindari, pria itu malah terus terlihat di sekitarnya. Sani semakin muak dan ingin sekali mengubur dirinya saja daripada melihat pria itu berkeliaran di kehidupannya. Ditambah tatapan Steve padanya seolah ingin mengingatkannya pada malam itu. Sani sendiri bersyukur dirinya tidak ingat sama sekali, jika ya... entah mau ditaruh mana wajahnya ini. Ia tentu tidak akan bisa menghadapi dosennya sendiri, mengingat mereka telah melampaui ‘batas’ antara dosen dan mahasiswa. “Kenapa sih lo? Masih mikirin soal ‘itu’?” tanya Areta memperhatikan wajah kusut sahabatnya selama beberapa hari terakhir ini. Bahkan di jam mata kuliah Pak Steve tadi, Sani malah mengenakan masker dan hodie agar menutupi wajahnya. Tentu itu tak akan berpengaruh apa-apa mengingat pak Steve pasti tahu betul jika itu Sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD