Kesadaran datang perlahan, seperti seseorang yang ditarik kembali dari dasar air yang dalam. Hal pertama yang Sera rasakan adalah bau obat yang tajam menusuk hidung, membuat kepalanya terasa berat bahkan sebelum ia benar-benar membuka mata. Langit-langit putih, lampu yang begitu terang dan suara mesin yang berdetak pelan di sampingnya. Ia mengerjap beberapa kali, mencoba menyesuaikan pandangan yang masih kabur. Tenggorokannya terasa kering. Tubuhnya lemah, seolah setiap otot kehilangan tenaga untuk sekadar bergerak. Baru kemudian ia menyadari sesuatu yang asing di tangannya. Selang infus. Sera menatapnya beberapa detik, pikirannya berusaha mengejar apa yang terjadi. Potongan-potongan ingatan muncul perlahan. Seminar dengan ruangan yang penuh orang, uara presentasi yang semakin jauh

