Sangat Berat

2956 Words

Chua: Saingan Berat “Dek, bangun...” Bisa gue dengar ada suara Bang Hans. Ranjang gue bergerak menandakan ada seseorang yang duduk di sana, mengganggu tidur sore gue. Gue capek. Seharian ini gue diajak muter-muter sama Dominiq cuma untuk mencari kado pernikahan buat salah satu mantannya yang mau menikah minggu depan. Nggak cukup diajak keliling mal sampe bikin kaki gue rasanya nyaris putus, gue diajak pergi karaokean, masuk dari satu butik ke butik lainnya lalu diajak pergi ketemuan sama teman-teman Dominiq sesama model. “Bangun, hei. Ada yang lagi ngapelin di bawah, tuh.” Perlahan, sepasang mata gue terbuka. Spontan aja gue bangun dan berharap orang yang dimaksud Bang Hans adalah orang yang gue tunggu-tunggu kabarnya beberapa hari ini. Gue menguap, merentangkan kedua tangan la

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD