Chua: Putus “Nih, pesenan lo. Rujak super pedes. Sakit perut lagi, mampus lo.” Ocehan Aree nggak gue peduliin. Gue lebih peduli sama kantong plastik kecil yang disodorkan cowok itu. Segera gue menariknya dari tangan Aree dan pergi ke dapur untuk menyalinnya ke atas piring. Lakka lagi pergi sama temennya. Gue ditinggal sendiri. Tadinya mau diajak sama Lakka, tapi gue menolak. Nggak enak aja, masa tiap Lakka pergi sama temennya, gue ikut mulu. Ntar dikira pacar posesif yang suka ngintilin cowoknya ke mana-mana sama temen-temennya Lakka, lagi. Aree nggak sendirian. Ada Lucky sama Pita yang duduk pisah. Lucky di bawah, Pita duduk di ujung sofa sambil mainan ponsel. Gue kembali ke ruang tamu setelah menyalin dua porsi rujak buah. Satu porsi biasa, satunya super pedes khusus buat gue.

