Menangis memang menjadi senjata para perempuan yang hormonnya tak bisa ditebak sama sekali. Tak hamilpun mereka bisa menghasilkan tangis yang menyakitkan ketika didengar. Tak hamil saja bisa membuat orang lain kebingungan, apalagi jika dalam posisi yang dihadapi Dego sekarang. Dia tak pernah berharap bahwa menemui Afi akan seperti ini jadinya. Niat mulanya ingin kembali bertemu dan mengobrol gila seperti yang biasa mereka lakukan sejak dekat dulu, malah menjadi ajang dimana Dego harus mengawasi ucapannya sendiri begitu selesai menjelaskan pada Afi mengenai apa yang terjadi begitu perempuan itu pergi. Dalam pelukan Dego, Afi masih tak bisa mengontrol tangisannya. Sesenggukan yang Afi keluarkan membuat Dego tak berani untuk membuat candaan sama sekali. Bisa dikatakan membuat Dego terkejut
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


