Pergolakan

2097 Words

Alena merasakan sebuah kehangatan mulai masuk kedalam hatinya kali ini. “Kita makan dulu gimana?” Tanya Reyno pada Alena. “Terserah.” Jawabnya singkat, tapi terdengar tak setuju. “Tenang tak akan lama dan jauh dari kantor. Itu yang kau khawatirkan, kan?” Reyno menebak pikiran Alena. “Baiklah, kita cari tempat sekalian yang bisa membicarakan langsung terkait pernikahan kita. Skyscraper Restaurant.” Ucapnya pada Alena. “Apa?!” Alena nampak terkejut, dia akhirnya menyadari satu hal kalau urusan inilah yang membuat mereka akhirnya harus menikah. “Ya, barusan aku diundang oleh managernya untuk disuruh datang makan siang bersamamu, kebetulan sekali, kan?” Reyno tersenyum dengan sangat manis memamerkannya pada Alena, lebih terlihat tebar pesona sebenarnya. “Okay, sepertinya akan makan sian

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD