"Ngomong apaan sama Mbak Zura?" "Yaaaa yang kemarin Mas bilang sama kamu." Kening Yumna mengerut. Tentu saja bingung. "Yuna kan gak kenal sama temen Mas itu. Gimana bisa promosiin?" "Yaaa ngomongin apa kek atau kamu tanya-tanya gitu, dia udah punya calon atau belum?" "Temen Mas itu naksir atau gimana?" "Itu mantannya si Zura waktu SMA dulu." Aaaaaah. Yumna mengangguk-angguk. "Kayak temenku yang di Singapore itu, Mas. Si Celia. Kan nikahnya juga sama mantan." "Nah, siapa tahu ini jodohnya juga begitu." Yumna terkekeh. "Aku tanyain palingan kabar-kabar asmaranya aja ya. Aku gak tahu loh kalau harus promosiin orang begitu apalagi kan gak kenal." "Iya-iya. Terserah lah. Yang penting coba diorak-arik dulu biar jelas statusnya." "Iyaaaa," sahutnya kemudian ia pamit dari bangku kanti

