Sophia semakin jumpalitan ketika motor Ikram perlahan menuju ke kontrakannya. Apalagi saat sudah berbelok memasuki jalan masuk menuju rumah kontrakan. Jantungnya terasa akan lepas. Tapi mau gimana lagi? Ikram sudah dengan tekad bulatnya. Sophia tak tahu harus berbuat apa. Cewek itu sudah berkeringat dingin. Ia hanya tak mau ada keributan di sana. Kalau sampai ramai gimana? Nanti ikut malu juga kan? Meski ia percaya kalau Ikram bukan tipe cowok yang suka main tangan. Tapi Noval? Tak ada jaminan kalau cowok itu tak meledak emosinya. Pasti marah besar kan kalau melihat pacarnya jalan dengan lelaki lain? Parahnya, Ikram memegang erat tangan Sophia yang masih memeluknya. Gadis itu ingin menariknya tapi Ikram menahannya. Sengaja. Mata Dea justru hampir lepas usai mengintip dari jendela saat So

