A Hopeless Girl In Bangkok : Part 7

2006 Words

"Kau tahu kenapa cewek yang tadinya seneng bisa jadi muram dalam waktu yang singkat?" "Mungkin ada yang salah?" Sahabatnya menoleh. Ia bahkan tak mengatakan apapun saat Baim menunjuk dirinya sendiri. Ia pun terkekeh. "Kalau gak ada?" "Mungkin ada masalah lain yang gak terduga. Mamakku di rumah juga gitu. Pagi bisa senang, sore-sore bisa marah. Alasannya cuma satu, rumah berantakan. Lagi pula yang namanya ada orang di rumah mana mungkin gak bikin berantakan?" Baim tertawa. Tentu hal ini berbeda dengan apa yang mungkin terjadi pada Mia. Meski ia juga tak paham dan bertanya-tanya apa yang sebetulnya terjadi pada gadis itu? Namun pertanyaan tetap lah pertanyaan. Tak pernah ada jawabannya jika tak disampaikan pada orangnya langsung. Iya kan? "Ustad Abdul Samad udah dijemput dan sekarang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD