"Nooos!" "Heum?" "Temenin keluar yuk?" "Sama Yuni aja." "Iiiih! Sama kamu ajaaaa!" ia merengek. Itu akal-akalan biar bisa kabur membawa Nosa sebelum Sophia pulang. Meski namanya, ini kucing-kucingan. "Yuni ajaaaa! Pasti gak sibuk tuh anak!" Nosa malas. Tubuhnya masih terkapar di atas sofa sembari menatap televisi. Yuni yang baru keluar kamar pun mengerutkan kening. "Kenapa?" "Tuuh temenin si Dea katanya mau keluar!" "Iiih! Sama kamu aja!" "Apaan sih? Mau ke mana?" Dea menghela nafas. Mumpung posisi Nosa berada di depan Yuni, ia memberi kode dengan mulutnya dengan berkata, "Sophia mau pulang bareng Mas Ikram!" "Hah?" Dea melompat lantas menutup mulutnya. Kemudian membisiki apa yang ia katakan tadi. Yuni mengangguk-angguk, baru paham. "Ya udah sama Nosa aja. Aku mau ngerjain t

